Beri nilai

Qurban Digital adalah salah satu cara untuk melakukan ibadah qurban bagi umat Islam yang mampu pada Hari Raya Idul Adha dengan cara online atau digital. Hal baru yang dimaksud adalah, yang biasanya sang peng-kurban membeli dan melihat langsung proses penyembelihan hewan kurban, maka kali ini sang peng-kurban cukup membeli hewan kurban secara online di penyedia Qurban Digital dan proses penyembelihan akan diproses dan dilakukan sesuai dengan syariat Islam oleh penyedia.

Saat ini banyak sekali penyedia layanan Qurban Online/Qurban Digital, seperti:

Lalu, bagaimanakah hukumnya melakukan Qurban Secara online? Mari kita simak hukum Qurban Online yang dirangkum dari berbagai sumber.

  1. Menurut Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
    Iklan Qurban Digital RumahZakat.org

    Iklan Qurban Digital RumahZakat.org

    Tidak boleh. Satu hal yang penting untuk kita pahami, bahwa pada asalnya, tempat menyembelih kurban adalah daerah orang yang berqurban. Karena demikianlah yang dipraktikkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Bahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah sangat memotivasi masyarakat agar berkurban di daerah di mana dia berada. Meskipun, masyarakat setempat sudah mampu atau tergolong kaya.

    Sumber: https://konsultasisyariah.com/8044-hukum-kurban-online.html

  2. Menurut buku “Qurban bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam” karya Yahya al-Lijaziy.
    Tidak dianjurkan. Senada dengan poin pertama, tidak pernah ternukil satu hadits pun yang shahih dari beliau dan para sahabatnya bahwa mereka mengirimkan hewan qurban saat di Madinah ke kota Makkah atau ke kota lain untuk disembelih di sana.Namun jika memang terjadi demikian, qurbannya tetap sah hanya sebatas tidak dianjurkan meskipun jelas-jelas menyelisihi sunnah, akan banyak sunnah yang hilang, dan kehilangan banyak keutamaan.
    Misalnya keutamaan menyembelih hewan qurban dengan tangan sendiri, ikut menyaksikan penyembelihan, dan anjuran untuk ikut makan sebagian daging hewan qurbannya. Selain itu, shahibul qurban tidak mengetahui kapan hewannya disembelih. Sementara shahibul qurban disyariatkan untuk tidak potong kuku maupun rambut, sampai hewan qurbannya disembelih.
    Berdasarkan alasan ini, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah tidak menganjurkan untuk mengirimkan hewan qurban dalam keadaan hidup maupun mengirim sejumlah uang untuk dibelikan hewan qurban dan disembelih di tempat lain.
    Sumber: https://muslimah.or.id/7764-qurban-online-bagaimana-hukumnya.html
  3. Menurut keterangan dari RumahZakat
    Boleh. Menyaksikan penyembelihan hewan kurban bagi yang melaksanakannya adalah sunnah bukan merupakan kewajiban sebagaimana pendapat para ulama (Lihat Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuha, Wahbah Zuhaili: 3/625) . Syaikh DR. Muhammad Al-Najdi dalam fatwanya menjelaskan, “Menyaksikan kurban adalah sunnah, dan saya tidak mengetahui seorang ulama pun mengatakan hal itu wajib.
    Sedangkan hadits mengenai perintah Rasulullah SAW kepada Fatimah untuk menyaksikan penyembelihan sebagai mana berikut: “Wahai Fatimah, bangkit dan saksikanlah penyembelihan kurbanmu, karena sesungguhnya Allah mengampunimu setiap dosa yang dilakukan dari awal tetesan darah kurban, dan katakanlah:” Sesungguhnya shalatku, ibadah (kurban) ku, hidupku dan matiku lillahi rabbil ‘alamiin, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan oleh karena itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang paling awal berserah diri” (HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Al-Ashbahani) merupakan hadits lemah (dhaif) sebagaimana dinyatakan Syaikh Al-Bani dalam bukunya Dhaif Al-Targhib wa al-Tarhib dan Silsilah Al-Ahadits al-Dhaifah.
    Oleh karena itu boleh hukumnya seseorang tidak menyaksikan penyembelihan kurbannya misalnya dikarenakan dia menitipkan kepada orang lain atau lembaga sosial untuk disembelih di daerah lain karena masyarakatnya sangat memerlukan.
    Sumber: https://www.rumahzakat.org/hukum-melihat-penyembelihan-qurban-2/

Gimana, apakah tiga penjelasan di atas sudah menjawab dari hukum Qurban Digital? Lebih jelasnya, silakan tanyakan kepada ulama terpercaya di tempat kamu berada, dan yang pasti adalah segala amalan yang kita perbuat akan dilihat dari ketulusan niat dan keikhlasannya bukan?

Selamat berqurban di Hari Raya Idul Adha!

Artikel ini dikunjungi sebanyak 368 kali, dan sebanyak 1 kunjungan pada hari ini.